Lubang di Hati

Diah Anggraeni in Pasar Karetan

Hati manusia, hati yang mudah rapuh. Ia terombang-ambing tanpa kepastian. Ia menyelusuri berjuta kilometer demi menemukan muara terakhir dalam persinggahan. Perjalanan panjang yang begitu melelahkan, dengan liku, terjangan arus, dan hambatan sepanjang aliran. Berharap menemukan sesuatu yang mampu melengkapi lubang di hati.

Manusia memiliki lubang di hati. Lubang yang suatu saat akan terisi. Entah seberapa lama. Entah esok, lusa, entah kapan. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Tuhan sebagai Sutradara yang memberi label “diterima” atas semua yang manusia lakukan. Manusia layaknya hanya sebatas dalang yang menggerakkan wayang kehidupan mereka sendiri dengan pedoman naskah dari Tuhan, sang Sutradara.

Lubang di hati. Sebuah rahasia yang telah tertulis jauh di langit sana. Terurai jatuh perlahan membuka tabir, menampakkan takdir. Apakah itu dia atau dia yang lain yang mampu mengisi lubang di hati? Apakah itu cita atau jalan yang lain yang mampu melengkapi keresahan hati? Setidaknya manusia harus berusaha menemukan jawaban atas lubang di hati mereka.

Jalan terjal dalam menemukan jawaban, penuh air mata, luka dan kesalahan yang mungkin tak bisa dihapus. Karena hidup layaknya seni menggambar tanpa sebuah penghapus. Manusia harus pandai memperbaiki kesalahan tanpa menghapus kenangannya. Apalagi Ctrl + Z.

Dalam perjalanan panjang menjemput dan menuju kepada-Nya, manusia harus meletakkan egonya di posisi terendah, meletakkan pikirannya sejajar dengan tanah. Di saat itu manusia pasrah atas kehendak Tuhan mereka, di saat itu pula jiwa mereka mulai terbang. Menjemput sesuatu yang mampu mengisi lubang di hati.

Credit:
Picture Detail: Menunggumu (Pengisi lubang hati)
Model: Diah Anggraeni
Loc: Pasar Karetan, Boja, Kendal
Time: 18 November 2018, 09:20 WIB